"Kemanakah ia pergi..............."

"Kemanakah ia pergi............?"


Ia memiliki hasrat membara
bukannya mendidih perlahan - lahan
serta mata setenang senja berkabut........

Ia mendayung lembayung
mendambakan mentari hangat
menyinari sukma pilunya........

Ia sejernih relung jiwa
memakan keteriarikan dengan lahapnya
tanpa emosi membakar rohaninya........

Ia.....Ia.....Ia.....dan Ia

Ia selalu konsekuensi dengan batiniahnya
selalu seberat kehampaan yang menyedihkan
seperti lava menghabiskan lembutnya bumi........

Kehangatan dan kelembutan
hanyalah bagaikan besi
menopang dagunya........

Hatinya berkecamuk bagaikan
cambuk menggeluti kuda liar
seakan tidak pernah berhenti
dalam kebisuannya........




"Tuhan........ Aku Bertanya"


Tuhan........aku bertanya

Saat angin semilir, fikir menjawab
........Oh Tuhan masih berbicara tentang kesempatan hidup
........Oh Tuhan masih memberikan kesempatan taubat
........Oh Tuhan masih memberikan kesempatan untuk memperbaharui hidup

Saat mata memandang, hati berbisik
........ benarkah hari ini untukku Tuhan.....
........benarkah alam ini tertat untukku Tuhan.....
........benarkah kehidupan nanti tak sebanding dengan kini tuhan.....

Saat ombak berdebur, raga bergetar
Tuhan........Firman-Mu benar
Tuhan........Nabi-Mu benar
Tuhan........Janji dan sanksi-Mu benar
Tuhan........Kami pun ingin benar

Saat awan berkabut, jiwa terlonjak
........Apakah siksa-Mu kan kurasakan dalam tulang-belulang kami
........Apakah kemurkaan-Mu menjadikan belenggu tangan dan kaki kami
........Apakah kebencian-Mu mengucurkan keringat deras kami
........Apakah kemaha angkuhan-Mu membuat kami menitikan air mata

Saat jia raga bersatu dalam satu
Mulia kiranya aku........
Di cinta, di sukai, terpelihara dan bahagia
Syurgakah itu Tuhan........
Benarkah taqwa jalannya
demikian kusatujan dalam niat, ucap dan langkah........

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to ""Kemanakah ia pergi...............""

Post a Comment